Rabu, 22 Juni 2011

sudah, biarkan

sudah, biarkan saya bercinta dengan ujung-ujung harapan yang ditindas nyata
karena pelangi yang membentang bukan ditujukan untuk pengharap mimpi
menyamar sebagai senyum penggembira dan memberi cerita-cerita bahagia
dan mengakhiri kisah sendiri yang berbalut derita tanpa sudi melangkah pergi

sudah, bebaskan saja menari bersama cita-cita kelabu beralaskan merah muda
karena lelaki yang dinanti tak akan pernah ada untuk hari yang dirajut pedih
melangkah satu-satu untuk pergi dan menyanyi sejumput kisah si gadis hujan
kemudian memonopoli akhir dengan tawa meski bukan bahagia yang terbawa

sudah, biarkan saya. bebaskan saja
berlari dengan mimpi yang akan dilepas satu-satu hingga habis semua.

Jumat, 27 Mei 2011

cerita tertera

selangkah hari yang kujalin dengan diri mulai berarti
ketika menyadari kehadiran senyummu yang tak mungkin dihindari
dengan setitik luka yang sama, tanpa tawar yang berbeda
bahkan tak dapat dibandingkan antara tangis dan tawa
sepetak langkah yang terhimpit ternyata berujung
saat mengetahui adanya hangatmu yang lebih berseri
tanpa cela yang bermakna, dengan hasrat yang tak mendua
hanya perlu waktu untuk menikmati dan semua berbeda
sekejap mata yang kurakit bukan sia yang akhiri
waktu bergulir dan mengetahui adanya hari yang lebih pasti
bukan tanpa tiada, namun sedikit lebih jauh dari perih
dan rasa yang tersedia mau tak mau akan tercicipi asa

aku mencinta? ah, entah
hanya saja, bayanganmu terlalu melekat pada dinding kesadaranku.

Kamis, 07 April 2011

telapak tangan

baru bertandang ke blog kaka perempuan sore, dan inspirasi (atau lebih tepatnya, memori?) datang lagi ke otak. minta ditumpahkan. tentang telapak tangan kamu. lucu? menurutku memorable :)

saya ingat bagaimana dulu telapak tangan bisa jadi satu-satunya media penyalur rasa yang paling efektif ketika kebersamaan itu ada. tangan saya besar, dan tangan kamu lebih besar lagi, tuan. semua hangat yang saya butuhkan pasti mengalir dari sana. dari telapak tangan anda. bahkan tidak hanya hangat, terkadang keringat. tapi saya suka.

dan saat ini saya bertanya pada Tuhan yang menemani saya ketika tidur sendirian. telapak tangan siapa yang akan menggantikan kehangatan telapak tangan anda kelak? saya sudah menolak empat orang sejak anda melepaskan telapak tangan anda dari genggaman saya, dan memilih untuk mencari tangan lain. dan semua karena telapak tangannya bau.

bukan bau dalam pengertian denotasi, tetapi saya tidak menyukai telapak tangan mereka.

lagunya masih berputar di playlist komputer dan ponsel saya, harder than you know-escape the fate. dan sesekali membayangkan kehangatan yang sama mengalir ketangan saya. saya tidak pernah menyesal mengenal anda. dan saya berharap persahabatan itu menjadi sarana baru bagi saya untuk mendapatkan kehangatan itu lagi.

Selasa, 05 April 2011

tapak rindu yang menyayat

ketika rindu bukan lagi bentukan hak yang boleh kamu rengkuh
ketika rindu menjadi kunyahan rasa yang pahit terasa
ketika rindu hanya luapan sakit yang terbentuk karena pedih
ketika rindu hanya rindu yang ditelan oleh dirimu sendiri
maka setiap lagu yang terdengar akan sesak menjadi
dan semua kata yang terlahir hanya memilih untuk sia-sia

ketika rindu yang menyayat harimu bukan lagi milikmu seutuhnya.

Kamis, 17 Maret 2011

aku adalah

aku adalah kerut diantara dahimu ketika logika tak lagi mampu terpikirkan
aku adalah air dingin yang ada ketika haus mengendap di tenggorokan
aku adalah lengkungan pelangi ketika hujan dengan petir telah habis peraduan
aku adalah fortuna dengan senyum ketika keajaiban menjauhi setiap langkah
aku adalah manis yang didamba ketika lidah mengecap pedas begitu menyiksa
aku adalah angin yang tertiup ketika siang menyengat lalu mencipta gerah
aku adalah tetesan peluh ketika aktivitas yang dilalui menjadi begitu lelah
aku adalah hiruk bahagia ketika hari yang tertambat ternyata berbentuk bosan
aku adalah tawa dengan bebas ketika cerita yang dirangkai menjadi himpitan

aku adalah harap dengan mimpi ketika nyata menjadi jauh dari jangkauan
aku adalah alasan ketika penyataan tercipta
aku adalah sebab ketika akibat menandai kata
aku adalah aku
rindu yang terasa ketika kamu begitu merana.

Selasa, 08 Maret 2011

dempa

hey kamu, lelaki dengan cinta yang bergelantungan di jemari kiri dan kanan
menunggu wanita demi wanita singgah di pelukan
aku berlari lalu tertawa dengan bebas? jangan heran
jika kamu kadal yang bertaburkan malaikat di hadap wajah, maka aku setan
dengan pelupuk dendam pembalasan yang bersiap bertaburan
beririskan potongan senyum dengan topeng bertahtakan kebencian
kamu, lelaki dengan cinta yang bergelantungan
mungkin kamu belum mengenali identitas saya yang baru jadi?
wanita berhiaskan sejuta tatapan berlian
untuk mentahbiskan rasa bertekuk lutut dengan kematian.

dan kamu, lelaki dengan cinta, akan bertepuk sebelah tangan
suatu saat, dengan kebencian.

Minggu, 06 Maret 2011

kamu dan dia ternyata sama.

ah. langit-langit bisu mendelik perih.
ternyata kamu dan dia sama saja. pelik
riak pikuk yang berucap ternyata bisa begitu mematikan
kamu berkata, nyata menjabar
lika-liku hidup tak lagi mampu menjadi alasan
dengan jutaan waras yang berlarian kesana kemari
ditambah nyata ternyata kamu dan dia sama saja. pelik
setiap galau yang dunia hadirkan, mungkin kamu tahu
bahkan semua senti dari pikiran picik dia yang terekam
kamu tahu
ah. langit-langit bisu mendelik perih.
mengapa kamu tak mencoba memberi penawar, dulu?
ternyata kamu dan dia sama saja. pelik

Kamis, 10 Februari 2011

syahdu ditengah lagu

sejuta rindu yang menghasut tawa untuk hilang dan hanyut
bersama dengan rajutan harap yang ingin kulimpahkan
keinginan semu yang melunjak, menuntut
bersembunyi dibalik kadar bohong secarik senyuman
dengan cinta
tanpa asa
dicerca mimpi
dibasuh deri
ingin yang menggelegar didalam nadi kini meledak
membunuh segumpal besar kita di masa lalu
dan kamu menjadi ganjalan tergores buat tersedak
meludahi rentetan gelap yang masih mendayu
bayang mati
bayang lari
kamu jadi
aku pergi.
dengan kita menjadi sesuatu yang tak pernah ada di muka bumi.

Senin, 07 Februari 2011

saban hari bukan lagi getir

saban hari
berjuta-juta senyum menggores sudut bibir
menghiasi butir hujan dengan segenggam cengir
ah, ternyata bahagia masih ada

saban hari
membiarkanmu pergi tak lagi menjadi getir

Minggu, 23 Januari 2011

bercerita tentang

hanya bercerita, tentang
rentetan rasa yang dulu terngiang bersama ribuan cinta yang merekah
kemudian bersama merakit angan tentang dunia dengan menjelajah
duniaku, duniamu.
meski belum ada dunia kita, dan tanpa akhir bahagia
namun ini kapal yang sama
hanya tokoh utamanya belum lagi merengkuh asa
hanya bercerita, tentang
untaian khayal dengan segenggam bahagia yang siap ditelan mentah
lalu nyata menghardik dengan pembelaan yang menyiksa resah
harapanku, harapanmu.
dengan tak ada dunia kita sekarang, dan tanpa akhir bahagia.

atau mungkin tanpa akhir bahagia bagi tokoh utama.

Jumat, 21 Januari 2011

kelam dan senga(ng)

mari bersinar diantara kabut yang menjulang-julang
kemudian menari diantara senyap yang menghadang
hanya terisi dengan lamunan serta khayalan sumbang
tentang kamu dan dia yang berteriak di setiap bimbang
dan aku dan kamu yang tak bisa menggelapkan bayang
setitik menggeliat lalu menggebrak nadi yang hampir tenang
menggugah penyamun mimpi yang tengah menggali sarang
mencoba menjahit ketidakmungkinan yang terlanjur menggenang
berupaya sendiri menarik hitam dirimu, kini menghilang
meski kamu yang berjanji akan selalu datang
terlalu sulit, aku masih berjuang
mengumpulkan pundi kerinduan yang berlalu-lalang
tentang kamu dan dia, yang berteriak disetiap bimbang
namun aku mencoba bersinar ditengah padang
diantara kabut yang menjulang-julang

Rabu, 12 Januari 2011

harapan secita

kemudian sendu merajut setiap asa yang terlahir dari mata
menumpahkannya dengan potongan rindu yang terpendam
lalu tenggelam
tetap saja anda tidak mampu membaca setiap makna yang terpapar
dan tawa begitu saja terlahir dari bibir
yang mengutas kata cinta
menjalinnya dengan buaian mesra
lalu terdiam
berjuta sadar tetap tak bisa jelaskan harap yang menjulang
ketika menanti gelap dibalik senja yang berukir senyap
mungkin memang tak akan ada saatnya.

Selasa, 11 Januari 2011

mari mendengarkan

saya jatuh cinta. dan anda pasti jatuh cinta.

saya merekomendasikan sepasang kekasih yang pertama bercinta diluar angkasa, dan glow.
walau sejujurnya, setiap nada akan menghipnotis lalu menarik anda ke imajinasi diluar jangkauan.

Senin, 10 Januari 2011

mencintamu penuh duka

ketika bayangmu menjadi setan yang menggeliat
diujung-ujung hariku
yang memadat
di pagi yang memberontak
dan sore yang membeliak
dan hanya rindu yang bercerita
tanpa kau pedulikan
lalu semua sia-sia
untuk mencintamu aku berduka.

Jumat, 07 Januari 2011

menghisap sisa

kamu tahu? mendung yang menerpa
ketika berturut-turut hadirmu serupa diam
berbentuk pun tidak.
hanya sepagut warna yang terbias dari sisa ingatanku
akan kamu yang tak selalu ada
menghibur tanpa rasa
adakah kamu tahu? hujan yang berkuasa
menggemburkan sakit yang berdarah
disaat bayangmu saja tak menjejak
pergi tanpa pesan tersisa.

Sabtu, 25 Desember 2010

berdansa

mari berdansa
dengan rintik-rintik hujan yang menyela diantara
dinding-dinding jendela
aku menjadi air dan kamu dinginnya
kamu menjadi hesap dan aku udara

Sabtu, 18 Desember 2010

ketika mencinta

aku mencinta sekerat batu
yang melebur ketika disadur bersama abu
dicoba satu-satu
dengan sayat di setiap penat yang tersisa
demikian, namun tetap menghentak asa
melepuh pahit menerpa
Tuhan, aku mencinta sekerat batu
meski terlalu pahit untuk ditelan disatu waktu
maafkan aku

Kamis, 16 Desember 2010

#30 siapa aku

karena aku, bukan aku yang
menjelma dengan senyuman dibalik riap jelita kehidupan
lalu melenggang manis meninggalkan altar kenyataan
meniti inci demi inci hasrat yang tak pernah terbayar
dengan kasar
melepas penat dengan bingar
tanpa guna
karena aku, bukan aku yang
mengguyur hati tapak-tapak demi sebuah kebahagiaan
kemudian terbirit lepas ketika rasa mematri bosan
menapaki langkah-langkah yang pasti merajam sunyi
lalu mati
membuang nyaman tanpa pasti
tiada arti

karena aku, bukan aku yang
menjadi aku
jadi siapa aku?

Rabu, 15 Desember 2010

#29 kalau aku

ketika aku mencinta
mungkin langit tak akan terbelah dua
lalu menumpahkan dewa-dewi menemani jejakmu
tetapi
ketika aku mencinta
hati ini terpisah dan lepas semua
kemudian semuanya menjadi milikmu

#28 tirai

tirainya sudah dibuka
lebar
tapi kamu tak juga menunjukkan muka
hanya mengintip dibalik jendela
melambaikan cinta setengah-setengah
dan aku sudah menumpahkan semuanya
ruah
kamu hanya mendelik
melirik
mungkin memang bukan searah dengan rasa
yang kamu punya
padahal tirainya sudah dibuka
terlalu lebar

Selasa, 14 Desember 2010

secarik cerita tentang papa

papa cuma manusia, memang.
hanya seorang papa yang mengganti popokku ketika bayi dan menyiapkan susu untuk diminum setiap pagi. dulu. sekarang? susu untuknya harus dua sendok penuh susu putih dan satu sendok penuh gula. dan papa begitu mencintai rasa manis yang tercipta.

papa cuma manusia, memang.
selalu mencoba menghibur anaknya yang tidak bisa menggambar dikala senja. merobek selembar kertas kerjanya, lalu mengambil pena. mencorat-coret pelan dan menghasilkan gambar berpita. terkadang ada jerapah, kuda, tikus ataupun zebra. ia yang memberi nama. sekarang? aku menyadari gambarnya bukan apa-apa. ia hanya membentuk kepala dengan badan yang sama, terkadang dengan ukuran leher yang berbeda. tetapi semuanya masih menciptakan tawa.

papa cuma manusia, memang.
ketika aku bercerita di kelas lima untuk yang pertama tentang seorang laki-laki setahun lebih tua, berani menyatakan cinta. papa tertawa. dan aku ikut tertawa. kami tertawa renyah dan begitu saja. sekarang? entah berapa banyak laki-laki datang, papa bingung. aku acuh tak acuh, papa yang linglung. meski wajahnya terlihat tak suka, menyadari anaknya kini sudah hampir menjadi wanita.

papa cuma manusia, memang.
yang pertama kali mengenalkanku akan musik. gayanya memetik gitar ada di ingatanku, terekam dengan baik. ia akan berdendang kencang-kencang, dan aku mengikuti dari belakang, meski tak mengerti. sekarang? aku menyadari kunci-kunci sederhana yang ia mainkan. setiap pulang kerumah, aku akan duduk didepan piano dan papa berdiri di sebelah. meminta lagu aku mainkan, ia berdendang. meminta lagi, dan berdendang lagi. begitu terus sampai kami merasa bosan.

papa cuma manusia, memang.
ia selalu berusaha menjadi orang yang bisa diandalkan. pergi sekeluarga, menyetir hanya ditemani radio usang dikala yang lain sudah tenggelam dalam tidur dan diam. membetulkan tas yang rombeng hanya dengan obeng yang sudah usang. menjadi montir atas segalanya. sekarang? ilmu menyetirnya sudah turun kepadaku, tetapi ia masih berusaha menyetir sendiri, walau malam-malam. mungkin ia tak menyadari aku berusaha untuk tak lagi tidur ketika ia menyetir, menemaninya meski dengan diam. tas rombeng kini tak lagi dipintal, aku yang mencoba memperbaikinya. namun ia tetap menjadi montir sejati didalam rumah.

papa cuma manusia, memang.
ketika sabtu menjelang, ia menjadi koki handal. rendang, teri medan, ikan bakar, sayur singkong, daun bayam, sayur pahit. dan aku mengintip dari sisi tangga, mencoba menebak masakan apa untuk hari itu. dan semuanya pasti enak. sekarang? ia tetap memasak, dan aku yang membereskan. aku sering bercanda dengan mengepel sisi-sisi sendal yang dipakainya, lalu papa akan memasang muka garang.

papa cuma manusia, memang.
setiap malam mengendap kekamar tidur aku dan adikku, memastikan pintu dan jendela sudah terkunci rapat lalu memperbaiki selimut. sekarang? ia masih masuk kekamar, tanpa mengendap. adikku sudah terlelap dan pintu jendela terkunci rapat, lalu kami akan menonton acara malam. seringkali tertawa bersama, tak jarang serius dan terpana.

papa cuma manusia, memang.
sekarang dan mungkin selamanya tak akan bisa meminta dengan baik ataupun bertanya. ia hanya akan menunjukkan ekspresi kecil rasa penasarannya, dan itu sangat jelas untuk kubaca. dan aku akan berusaha memenuhi keinginannya. segalanya.

papa cuma manusia, memang.
sedari kecil senang menciumku. setiap pagi ketika mengantar ke sekolah, selalu menempelkan pipi kanan lalu pipi kiri, kemudian menyentuhkan ujung hidungnya ke hidungku perlahan. dan masih, sampai sekarang.

papa cuma manusia, memang.
manusia yang aku banggakan sepenuh rasa. papaku.

untuk papa tercinta ~

#27 mari

mari bercinta dengan bahagia
menyamar jadi senyuman
dan kamu bibirnya

Senin, 13 Desember 2010

#26 mengukir sampai waktunya

aku mengukir baris-baris cinta yang bisa kita tanam
bersama
saat hari masih ada untuk digenggam
dan kenyataan masih bisa bersembunyi di plastik hitam

menunggu saatnya kita saling berbalik arah
dan memutar haluan kapal
masing-masing
saling menjauhi dan memastikan tak ada yang terluka

#25 coreng di mata

hey kamu, dengan coreng di wajah
mengapa membawa butiran pahit di bibirmu?
oles saja dengan madu setipis
atau terlalu malas mencari?
terlalu cantik cerita yang mengalir dari matamu,
mengapa harus terbagi dengan debu yang bersandar
ditiap kedip yang menghantar?

#24 parodi cerita

alkisah suatu cerita, hiduplah seorang gadis biasa
dengan tawa dan kutang putih membalut tubuhnya
ditinggal ibunya bekerja
sore menghadapi keluarga penuh dilema
hanya ditemani sejumput nista dengan seorang jahanam
duapuluh tahun lebih tua
melampiaskan parodi dalam otaknya
yang berceceran setan
tanpa belas kasihan
kepada yang belum mengerti apapun bahkan sekedip mata
bahkan mahkota yang tengah direnggut darinya
dengan sia-sia
tanpa ancaman, hanya penuh tanda tanya
terpendam sepanjang masa yang harusnya bahagia
sampai satu masa, dimana
gadis menjadi wanita
yang disadari oleh dunia
: senggama yang tak bisa dipilihnya


ps : untuk SAT, terimakasih untuk inspirasinya :)

#23 karena aku

karena aku mencinta
sehingga langit membentuk bahagia dan menderita
sampai hujan membentuk lagi asmara

Jumat, 10 Desember 2010

#22 duadua

aku ingat, kamu begitu nyata
dulu
ketika cinta menjadi hal yang membahagiakan
dimana aku percaya kamu memang pencinta
seperti hujan
dan aku hampir menjadi tanah yang selalu meminta langit
untuk kehadiranmu
sebelum aku memejamkan mata dan menatap dunia dari
sisi keabadian
kamu malah menjelma menjadi malaikat maut
yang membunuh rasa
aku masih ingat ketika aku begitu mencinta
dulu
walau sekarang masih begitu terasa

Kamis, 09 Desember 2010

#21 santa dan sepatu natal

santa mengintip dari balik pintu kaca
membawa sepatu hijau-merah tanpa dikenakan
dan tanpa hadiah.
bahkan keretanya tertinggal di pangkalan
mungkin dia terpana, rumahku sudah terbuka
pohon natal kini menjulang menyambut
dengan bintang tersemat di puncaknya

atau mungkin ia marah? aku mencuri bintang itu semalam

#20 kamu

kamu masih terselip
di halaman buku tipis
dengan potongan-potongan sunyi yang menari
menutup lembaran kosong dari ingatan
berdebu, berpeluh
dengan pita sutera merah muda yang menyembul diantaranya
tersemat luka

#19 bicara

titik-titik peluh dengan sabar menanti
ketika saya menghabiskan waktu senja
dengan hujan
yang masih gerimis
meminta nasehat tentang cinta dan duka
selalu mengintip di balik jeruji kaca
sambil merayap pelan
lalu merembes masuk meski tak pernah ada celah
yang tersisa
titik-titik peluh masih sabar menanti
karena setelah ini ia yang akan diperhatikan