Selasa, 31 Januari 2012

hujan hujan hujan

akhirnya nyerah juga, semalam badan koyak sana-sini. ujian pagi, dan sepanjang waktu ujian perut ngajakin berantem. efek belum sarapan? mungkin. kurang tidur juga, begadang di malam sebelumnya karena tumpukan materi yang ujungnya disembunyikan pagi. ditambah lagi kemarinnya saya bermain dengan hujan. setelah ujian jam delapan, sorenya harus berhadapan dengan konfigurasi router dan switch dan tetek bengeknya : ujian skill.
saya gadis hujan, tetapi tidak cukup kuat untuk menghadang hujan. rasanya seperti belanja ke factory outlet dan baru sadar uang kurang ketika didepan kasir.
terakhir kali saya bermain hujan, di penghujung 2011; awalnya hanya mendung yang tanpa tepi. anginnya dingin, tapi yakin ngga akan bikin masuk angin. dan sendal jepit oranye yang mengikat kaki penuh kuyup. inti daripada intinya : ketika angin basah niup aroma tanah yang kena hujan. rasanya... kalaupun harus sakit, saya ikhlas :') hehe

np : yang bikin heran, kenapa setiap kali ketemu kamu selalu ada hujan? hujan yang mengikutimu, atau kamu yang mengikuti hujan, atau kamu sendiri adalah hujan? hei kamu, lain kali kalau ada waktu untuk ketemu, saya mau bertanya tentang hujan. saya yakin anda tahu.
dan sekarang diluar hujan. mungkin saya akan ketemu kamu :)