Minggu, 16 Agustus 2015

Canda dan bercanda dan apa yang menyertanya



A     :     “Kamu ngomongin apa sih?”

B     :     “Ngga, aku kan cuma bercanda…”

                
Canda. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, canda berarti senda gurau atau kelakar. Kata benda dari guyonan, objek yang harus ditemukan oleh seorang pelawak agar disebut berhasil dalam melakukan profesinya. Banyak aspek yang dapat di-explore oleh seseorang agar dapat menemukan hal menarik untuk dijadikan bahan candaan. Semua orang dapat dikategorikan sebagai penyuka guyonan, karena setiap orang membutuhkan tawa. Dan hal itu bisa didapatkan jika ia merasa tertarik dengan sebuah candaan.

Masalahnya, apakah sebuah canda berarti lucu bagi semua orang?

                 
A few months ago, I did watch one television program dari sebuah saluran local. Hampir seluruh pembawa acaranya berusaha untuk saling melempar bahan pembicaraan yang semuanya lelucon. Satu hal yang menarik perhatian saya, they also tried to talk about the disabilities or the lacks of one person without feeling guilty, sepertinya berpikir bahwa hal itu akan menjadi bahan tertawaan baru. Mungkin itu tuntutan script, I don’t really know. Tetapi kemudian saya mencoba untuk menempatkan diri sebagai orang yang ter-bully *well, anggap saja seperti itu*, and I don’t think it is fun at all. It hurts, no matter what. Apa yang mereka anggap lelucon sepertinya tidak akan bisa dikategorikan sebagai bahan tertawaan bagi si obyek penderita, bahkan cenderung menyakiti perasaan dan mental si obyek.


Maybe some of my readers will say, “ya, mereka dibayar untuk melakukan hal tersebut,” dan menganggap sudut pandang saya kali ini lebay. If you are, I am sorry to disappoint you because I am not thinking so. Seharusnya profesi yang ia kerjakan tidak membuatnya merasa disakiti secara mental. Coba saja telaah lagi kontrak kerjanya, seharusnya ia memiliki perlindungan atas kekerasan mental yang ia terima. Yap, kekerasan mental. Isn't it? Mungkin ybs ada toleransi di awal mula, tetapi percayalah lama-kelamaan ia akan merasa ‘hina’ bahkan ‘tersinggung’ atas setiap candaan yang ia terima. Bukan hanya itu, orang-orang sekitarnya akan ikut memiliki pemikiran tentangnya berdasarkan hinaan yang sering mereka dengar tentang orang tersebut. Lebih buruk lagi, media ikut ‘menabur benih’ tentang hinaan itu, sehingga banyak orang akan berpikir bahwa kondisi tersebut adalah sesuatu yang sah atau wajar untuk ditertawakan, sehingga norma tentang lawakan menjadi sedikit ‘bergeser’ ke arah ejekan.

Seriously, I am thinking that way.


 Ah, berbicara tentang media dan candaan, a few moment ago I did scroll one of my sosmed. Salah satu dari teman saya memposting a picture which is a bit…annoying for me. Perhaps it is a joke for him and his friends, karena saya melihat banyak likes menempel pada postingannya. Gambarnya sih simple, ada dua foto yang dijadikan satu. Di sebelah kiri adalah foto seorang gadis kecil dengan lendir dari hidung berwarna bening berceceran di sekitar atas bibir dan mulutnya, sementara di sebelah kanan adalah foto wanita muda dengan situasi yang nyaris sama hanya saja ekspresinya 'sedikit' berbeda dan lendirnya berwarna putih susu.

I don’t want to explain more, karena sebenarnya hal seperti ini tuh joke terselubung. Whether you want to admit that you understand it or not.


Itu hanya salah satunya, dimana banyak teman-teman lelaki saya melakukan postingan serupa, dimana objeknya adalah wanita. Mungkin bagi mereka hal tersebut lucu, but for me, it makes me realize how dirty their mind is. Bagaimana mereka menyukai fantasi seksual dengan wanita sebagai obyeknya etc etc, dan hal itu membuat saya cukup banyak ilfeel. Nope, saya cukup tahu bahwa isi otak lelaki memang punya konten bokep jauh lebih banyak dari wanita, hanya saja jika imajinasi mereka disampaikan dalam forum yang lebih tertutup, share dengan teman-teman terdekat saja, mungkin akan lebih baik. Masalahnya, postingan itu ada di sebuah media social dimana banyak juga wanita yang akan melihat dan membaca postingan tersebut. Dan ketika mereka membacanya, menurut ngana wanita ngga akan merasa –at least, sedikit- terluka? Have you ever think that your daughter, your wife, your girlfriend, your mother, your lovely aunt, are also a women?
ini hanya contoh, sih. secara terselubung, wanita dijadikan obyek. ya kan?
Forum yang lebih tertutup bukan berarti anda sebagai lelaki bisa langsung melakukan private chat dengan wanita tertentu untuk berbicara tentang imajinasi terselubung anda atau dirty jokes , absolutely not. Kecuali anda dengan wanita itu memiliki hubungan special, atau mungkin wanita tersebut sudah anda booking dengan biaya tertentu, itu lain cerita. Jika tidak, itu namanya anda tidak punya etika. Setampan atau sekaya apapun lelaki, attitude comes first. Jika anda tidak memiliki hal tersebut, you are not even have any difference with trash. Bahkan sampah masih dapat didaur ulang, sepertinya isi dari otak anda tidak ada lagi yang dapat dipergunakan.
wajah dari wanita saya samarkan, siapa tau si wanita udah mau tobat upload foto semi model begini...
 This is my blog, so I can share about anything. Right? Ini sedikit sampel dari attitude yang levelnya tiarap, sih. Masa iya, saya disamakan dengan wanita yang tengah selfie half naked? Kalau disamakan dengan teteh Miranda Kerr sih, okelah. LOL. Ngga oke juga, sih. It is ABSOLUTELY WEIRD to send your stranger *I can't say friend because I don't feel like it* an almost nude picture. Please. Ditambah, start chat dikim sekitar jam sepuluh malam, what were you dong or thinking that time sampai  anda bisa mendapatkan dan mengirimkan gambar seperti itu ke saya?


Iseng, saya mencoba mencari arti kata bercanda pada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ternyata, salah satu pengertian dari kata tersebut adalah ‘bertingkah’. Mungkin, beberapa orang harus mulai mengurangi porsi 'bertingkah' mereka. Mungkin, beberapa orang harus mulai menghargai perasaan orang sekitar mereka. Mungkin, beberapa orang harus mulai belajar mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Mungkin loh, mungkin. Saya hanya menyampaikan apa yang ada di otak saya saat ini.


In short, let's upgrade our attitude.

Senin, 03 Agustus 2015

03082015

Senin (koma) Tiga Agustus Dua Ribu Lima Belas (titik)

As usual, akhir-akhir ini aku hanya menulis ketika bertemu dengan momen tertentu, yang sebenarnya butuh diutarakan bukan secara verbal, tetapi lewat kata. Tersusun terlebih dahulu. Karena salah penggunaan satu saja kata, akan membuat keseluruhan makna berubah total. Te-o-te-a-el.

Happy one year anniversary, us! [Insert Comfortable-John Mayer here] I am blessed to know you. You will never understand how happy I am for knowing you. Wait, perhaps happy is not a correct one to describe my feeling. I never feel so comfortable to anybody before, and you push me to be comfortable with you. Aku ngga berharap kamu mengerti how hard it is for me untuk bisa bercerita banyak at first; not only about problems, but almost everything. You teach me that I have to share my thought to other person except myself. To make myself keep alive. Biar aku ngga gila sendirian. Dan proses sampai aku bisa menginterpretasikan isi otak aku sama kamu itu sebenernya... cukup berat. Seriously hard. Because I never did that before. But I did it, thanks to you. Because you push me to.

I lost a lot while being with you, one of them is friend. But thanks to this relationship, I understand what friend means ehe. They say there is a rule in friendship; priority, appreciate each other, understand, trust, and so many more. But people do mistake, include me. I were blind for you, and I were choose you as my priority rather than my friend. Some of them are leaving since I don’t choose them, and the others are staying. At this rate, it feels like reality try to divide my friends in some level. The funniest part, I ever became a judge for my friend at this kind of case a few times ago. Time passed by, now I know how it is feel to be in her shoes LOL.

Sebenernya sih, my mind like to play some tricks on me. Seringkali aku mikir, lebih banyak rasa sayang aku ke kamu atau rasa sayang kamu ke aku? And everytime I have this kind of thought, I will pull myself into reality, feelin scared to be the one who loving you too much, dan berakhir dengan berusaha cool ketika ngebales chat kamu atau berusaha untuk ngga kesel ketika kamu hanya balas chat dengan “ok” stuff. And at the next time, aku akan ‘bales dendam’ dengan hanya membalas chat with “ok” only without embel-embel, berharap kamu ngerasain apa yang aku rasain. Dan berakhir dengan aku capek sendiri, sedih sendiri, patah hati sendiri. Aku beneran mikir sampai sejauh itu, loh. You can laugh as much as you want, whatever. I just want to write the truth.
Terkadang (here I just write it as ‘terkadang’, yang memiliki makna setara dengan sedikit dibawah ‘always’) I am also thinking about you and your past. Iya bener, kamu emang anak gaul. Banget. I am curious about how did you spend your time with your ex, what makes you want to be with them, etc. And I am scared that I can’t give you an exact goosebumps like when you are in love with your ex before. Geez, writing this makes me feel sad. Aku ngerasa ngga pede, damn. And I hate this feeling. Jujur, hal ini sering bikin aku nyesel udah suka sama kamu. Because you are a kind of unreachable person. Bahkan sampai saat ini, I am still thinking that way. Deep in thought, I feel like you are far enough.

I still can’t say that you are the best one for me because I don’t know how to categorize the best or else. But you have to know that, kamu sudah berhasil membuat aku merasa membutuhkan kamu banget. Even your presence is enough. Even your warm hands will be enough. Need you much, until I don’t have any courage to imagine what will I become if I am without you *ahasek*.

Ps: don’t write back. I know this is feel so alay, but I just want to tell you my thought. And thank you, for everything :)

Kamis, 18 Juni 2015

Blacklisted, Lotte Shopping Avenue



Another day to having fun! Raiyt naw I’m trying to write a review about one of good restaurant located in Jakarta. At first, me and my boyfie don’t have any plan to eat here (we were just walking around without any destination), but then we are curious enough to have a meal here.


Located at the first floor of Lotte Shopping Avenue, you will see this place as a good place to hang out with your best friends or spend time alone with a cup of coffee. But when I was there, this place is a bit full with people.
Blacklisted
While we were here, we tried some good food.

  • BAD (Bacon Absolutely Delicious) Burger (around 75.000 IDR)

Well yeah, this is my first time trying a black burger. This burger contains an Australian beef patty, beef bacon streaks, bacon jam, grilled apple, lettuce, melted cheese and served along with nachos. Honestly, I don’t really think that burger will be match with nachos. But I do adore the taste that comes from the bacon, apple grilled and its sauce. This is a good main meal to have here!

  • Norwegian Salmon (around 98.000 IDR)


Since I have a very good relationship with salmon, I do always adore the taste of this kind of fish no matter what *ehe*. Blacklisted knows well how to present a luxurious salmon with lemon butter sauce, mashed potato and also sautéed vegetables. Trust me, you will love this one.

  •  French Chocolate Marshmallow (around 42.000 IDR)

My favorite!
Actually, I am craving for some sweet stuff that time. When I read there is a French Chocolate served with Marshmallow Brulee, right that time I believe this menu was belong to me *lebay*. Honestly, this drink will taste too sweet for you who doesn’t like sweetness that much, but not for me. It tastes very delicious when you let the marshmallow melted inside your tongue with the chocolate <3




Actually, they also have manual brewed coffee here, from Aeropress until Cold Drip. But I have no time to taste them all. Perhaps next time, I will come here again and having a day with their coffee with myself only. Since I stayed at Jakarta, I have to make sure that I can face the traffic and the route to this place that’s a bit confusing. Well, I think I need a kind of personal car which has a small size but excellence performance, is it? And somehow, the car that comes into my mind is Toyota Agya.

Cool, isn't it?
Besides, this car has a big space for luggage and also a pretty exterior design, match with my character who loves to be stylist everytime *HA!*


For sure, I have to set the time!
(price here exclude 5% Service Tax and 10% PB1)
c ya!


Blacklisted
Lotte Shopping Avenue,
1st floor Unit 9
South Jakarta

Kamis, 07 Mei 2015

Holiday trip, JOGJAKARTA!

HELLO!
Long time no see, kangennya ngga ketulungan deh buat nulis disini. And guess what? Now I'm going to share to you my last week trip to Jogjakarta!
Hohoho.

It is me, my big brother Bang Monce, my best friend Checong and her fiancee (aminin ya, biar mereka bisa cepet bagi undangan) Erwin. Sebenernya sih, ini bukan kali pertama gue jalan-jalan ke Jogja, tapi gue selalu ngerasa kalau Jogja itu punya cerita cantik untuk dibagi :)

First, we were go to Sri Gethuk, di Gunung Kidul. Disini kita bisa menyusuri sungai dengan rakit atau langsung rafting untuk jalan (re: berenang) ke air terjunnya. This place is seriously amazing. Pesan gue, kalau jalan kesini kudu basah total! Mending bawa baju ganti deh, biar ngga nanggung main airnya. Dan jangan lupa bawa kamera anti air atau pelindung hape buat narsis. 
Flare disitu bukan editan loh, asli!


Then we visit Pantai Indrayanti. Awalnya pengen ke Pantai Sundak, tapi wisata sebelumnya udah kesana, jadi kita nyobain dateng ke pantai yang satu ini. Lebih ramai dari pantai2 lainnya di sepanjang jalan, but I prefer Pantai Sundak sih. Lebih kece. But Indrayanti is also perfect *halah*. Pantai Indrayanti kayaknya agak lebih landai, 'cause when we were there, kebetulan banget ada 2 orang yang hanyut ke tengah laut :| Ngga mau mikir ke arah mistis sih, tapi itu emang agak... menyeramkan. Berakhir dengan satu orang selamat sementara yang satu lagi ngga bisa diselamatkan. A bit horror, it is. Foto di Indrayanti yang gue share disini adalah sebelum insiden itu :|
Mirip banget sama salah satu spot di Bali ya?


Bosen mantai, kita naik ke atas, tepatnya Kebun Buah Mangunan. The view here is extremely amazing, cocok banget untuk kalian yang suka ngeliatin betapa ijo-nya Indonesia atau buat kalian yang pengen punya background kece untuk narsis. Saran sih, jangan pakai sendal biasa, khawatir licin. Dan sediakan kamera dengan batere full buat narsis. Kalau beruntung dan cuaca bagus, coba dateng kesini pagi-pagi, dan kamu akan berhasil dapet sunrise dan ngerasa lagi berdiri diatas awan. Sayangnya kita kesini pas udah agak sore (well, blame on our 'minim' time). But still, selama matahari masih ada kayaknya view disini ngga akan pernah mengecewakan :)
Matanya ilang semua :))


Beralih dari Gunung Kidul, gue dan rombongan kembali ke Kota. Disini, kita stay di salah satu penginapan di daerah Sleman, Jogjakarta. Nama tempatnya Tiga Lima Home Stay.

Pyjamas parteh!

 We were having so much fun! Nongkrong di salah satu kafe es krim di daerah penginapan, menyusuri jalan Malioboro (well, shopping is the must thing to do. Raiyt?), makan nasi goreng babi, bahkan sempet muterin satu gang Sarkem (tempat prostitusi yang ada di belakang wilayah Malioboro) untuk sekedar ngeliat-liat yang berakhir dengan dipelototin balik sama mba2-nya dan dikira salah jalan sama pelanggan2 disana :p

Selama muterin jalan di Jogja, kita bener2 bergantung sama google map (walaupun Checong sama Erwin udah jauh lebih sering ke Jogja, tapi tetep aja kita butuh panduan jalan), dan gue shock ternyata banyak wilayah Jogja yang wujudnya berupa gang2 kecil dan jalanan nyempil. Google map sering banget ngasih alternatif jalan kecil dan gang yang sering bikin degdegan, antara ada ujungnya atau ngga -_- seriously I wish I could have Agya keluaran Toyota at this time, ukuran mobilnya yang mungil pasti cocok banget untuk dibawa muter-muter wilayah Jogja. Belom lagi bensinnya yang irit, duh mupeng banget untuk manusia2 sekelas gue yang kantongnya ngga tebel :))

In short, gue ngga akan pernah bosen sama Jogja. Besides of its mystique aura, Jogja bener2 udah jadi tempat wisata gokil yang ngga bikin kantong terlalu terkuras :))
Catch you on my next trip!

Kamis, 15 Januari 2015

What is the right thing to do?

Just co-pas and little edit, from a stranger and perhaps a friend wanna be.

What is "right"?
Owning a slave isnt right today,
But 1000 years ago, it was rightful.
Even more years, if you were a king, you could just fuck a random woman, rape her and all, and you would have her as your wife - this, according to Bible, was the right thing to do.
Now? I dont think so.
In Indonesia, being a Muslim is a right thing to do - or at least being religious.
Rewind a thousand years ago, being Hindu was the right thing to do. Even more years, being an animist was the right thing to do.
Now, succeeding in life economically is the right thing to do. As well as being a doctor or an engineer.
Centuries ago, being a mayor was the right thing to do, as well as being a good wife who stayed her whole life in a kitchen.
Not even a century ago, smoking was the right thing to do when you were sick.
Now, by not smoking, is the right thing to do when you are sick.
Now, war isnt the right thing to do to solve a big problem.
Centuries ago, war is the right thing to do to solve a big problem.
Lets stop seeing it from time to time,
Lets start seeing it from place to place.
In Indonesia, being virgin until marriage is the right thing to do.
In Russia, not being virgin after 18yo is the right thing to do.
In Indonesia, not criticizing religions is the right thing to do.
In Europe, criticizing religions is the right thing to do.
In Sweden, a rapist treated with psychological and social treatment is the right thing.
In Iran, a rapist treated with stones to the head until death is the right thing.
Whether you see it throughout the time or place,
Whether you see it from my point of view or else,
I dont think we can know the truly "right".
Or maybe, just maybe,
Rightness itself doesnt exist,
And we are deluding ourselves, the rightness should exist.
In conclusion,
There is no right path,
There is only a path you choose.

Credit to: Mario.

Minggu, 21 Desember 2014

Celoteh daun teh di pagi hari

Istirahat makan siang, jemari saya menarikan ritual pemanggil hujan. Satu-dua ketukan, justru menemukan satu tulisan lama milik seorang Shinta yang lama.
Mungkin menarik untuk kalian baca, mungkin tidak. Tetapi ini rumah saya, dan saya punya kapasitas penuh untuk meletakkan sampah apapun didalamnya.


Celoteh daun teh di pagi hari
Menggenggam embun di pangkuan, tatapannya menerawang
Matahari tersenyum lebar, tidakkah kamu ingin mengecupnya ringan?
Jangan tunggu hari esok, rupanya semu
Sepetik lengah dan kita hanya akan lebur menjadi uap dengan udara

Celoteh daun teh di pagi hari
Menantang terik di hadapan dunia, angannya terbahak
Matahari mengerling penuh makna, tidakkah kamu ingin merengkuhnya dalam?
Jangan tunggu hari esok, rupanya semu
Sebelum malam menjadi preman dan mencuri harap yang tertumpuk di permukaan

Celoteh daun teh di pagi hari
Warnanya kian memudar, sementara aromanya telah menyengat pekat
"Waktuku menipuku," bisingnya pilu
Dan kini saatku menyelinap pergi, pagi-pagi yang kulalui
Mengapa kamu hanya menunggu hari esok, yang rupanya semu?


Cipanas, Juli 2013

Gadis Hujan.


Ps: saya bahagia. Ada apresiasi dari tulisan saya, yang lamat tersendat dan terlihat tidak mungkin memikat. Setidaknya ada peminat. Terima kasih, kamu :)

Jumat, 21 November 2014

Apakah kamu baik-baik saja?

It has been a very long time. How are you? Are you alright? Did anything hurt you anywhere? What is just going on while I am not around?

Saya bertandang selayaknya tamu di dalam rumah sendiri. Ruah. Kedinginan, Bersin-bersin tidak karuan. Memetakan mimpi masa lalu yang tidak lagi memiliki rupa. Saya datang hanya ingin sedikit bersih-bersih. Mengelap kaca, menyapu lantai. Menghapus debu-debu yang sudah menyisakan karat pada sisi-sisi kehidupan.
Apakah kamu baik-baik saja?

Hidup saya mengkeret. Mimpi saya luar biasa hitam. Hari saya kelabu, walau sekarang-sekarang ini ada banyak awan putih menaungi. Menjadi dari abu-abu menjadi abu-putih. Cita-cita saya meredup, realita saya kian menyiksa. Waktu-waktu melangkah maju tanpa mampu dirasa. Umur semakin bergulir tanpa ada daya untuk tidak menyakiti sesiapa, tetapi merusak segala.
Apakah kamu baik-baik saja?

Adakah diantara kita; abu imaji dan harapan; baik-baik saja?


Kepada Langit Sendu,
Gadis yang menunggu hujan.

Selasa, 10 Juni 2014

What worth is?

Hari ini panjang dan melelahkan, sejujurnya. Dengan status sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta, saya diwajibkan masuk kerja sebelum jam delapan, dan barusan *dengan terpaksa* saya harus mengambil lembur sampai baru menginjakkan kaki di rumah jam sepuluh malam.
Life. is. hard. enough. LOL

Meski kemarin malam saya kurang tidur, tadi ambil lembur sampai telat makan kemudian maag, tetapi saya berhasil menemukan celah waktu untuk menulis lagi, disini. Lagi, rasa rindu mengikat yang membuat saya kembali menulis di blog. Meskipun *lagi-lagi* tidak tahu apa yang mau ditulis. Meskipun rasanya saya mau nyopot badan terlebih dahulu, agar lelah-nya hilang.
But I feel like this is worth to do. So I choose to do this, writing.

Talk about worth or not, I wanna ask you *anyone, yang ngebaca postingan ini* something.

Menurut kalian, apakah keputusan yang sudah kalian ambil dan tengah kalian jalani saat ini adalah keputusan yang pantas untuk dipertahankan?

Mungkin efek malam, hujan dan rasa lelah membuat saya -sekali lagi, kembali- menulis postingan yang cukup, galau. Tentang kehidupan.

Saya akui, saya tengah merasa hilang jejak. Menulis bukan lagi menjadi sebuah cita-cita namun hanya hobi yang sesekali harus saya lampiaskan. Musik bukan lagi menjadi harapan untuk digapai tetapi kebutuhan yang harus tetap dijalankan. Seperti manusia butuh nafas dan tidur, atau seorang hiperseks yang butuh hubungan intim. Saya butuh menulis, saya butuh musik.
Tetapi saya justru menjadi seorang musafir tersesat dalam construction company yang tengah berusaha untuk berkembang, ikut mengais rejeki ketika saya bahkan tidak mengerti apa yang terjadi.

Stress? Jangan tanya. Saya hampir gila, dalam makna yang sebenarnya. Pelarian saya tidak ada, hilang. Saya tidak puas hanya membaca, saya butuh menulis tetapi waktu seakan pergi berlarian. Tidak cukup hanya mendengarkan musik, saya butuh bermain tetapi jemari saya kaku; terlalu lama memegang keyboard dengan jenis yang berbeda, yang tidak melahirkan nada.

But, guess what, time heals. Saya mulai merasa ini semua menjadi habit. Saya menjadi seorang yang pendiam, acuh tidak acuh, Menjalankan hari tanpa target yang saya inginkan. Begitu saja, sudah. Pergi pagi pulang petang untuk mengumpulkan pundi-pundi yang masih juga tidak terkumpul, karena banyak sekali yang harus ditanggung selain diri sendiri.

But -again-, I feel like it is worth. Pengalaman ini. Pertahanan diri model seperti ini. Didikan yang saya terima dari manusia-manusia kantor dan kantor itu sendiri. Kelelahan dan muak yang menumpuk ini. Jangan tanya -please do not ask- apa yang membuat hal ini worth. Saya sendiri bingung, tetapi menurut saya, this strengthen my mental. Kalau kata lagu, what doesn't kill you makes you stronger. Dan saya tidak menyesal. Saya merasa keputusan yang saya ambil untuk tenggelam disini, adalah pantas untuk dipertahankan. Meskipun ada banyak kata "tetapi" mengekor dibelakang.

Bagaimana dengan keputusan yang tengah kalian ambil? Pertanyaannya hanya satu; is it worth?

Entah. Mungkin otak saya memang benar sudah tumpul. Setidaknya saya menguapkan sedikit kepul dari kepala saya, dengan menulis saat ini :)

Selasa, 26 November 2013

Aku si Penggila Rasa

Jangan kata kamu mengerti tentang rasa, aku lebih gila
Karena kamu.

Ketika segaris senyum seharga satu tarikan nafas
Saat sekejap tatap berarti menggenggam sebuah harap
Dimana menanti hadir lenyapkan detik-detik nyawa
Kemudian tertolak jadikan tiap tawa hilang lenyap
Kamu tahu apa? Tetiada, hanya apa-apa yang fana
Ini rasa yang tidak akan kamu mengerti tanpa dirasa.

Tanpa ra-sa.

Jumat, 01 November 2013

Reaching Older

Yesterday was my birthday. Yeap. Dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya tidak membuat resolusi. Saya menyerah. Kalah.

Atau lebih tepat jika disebut pasrah, dengan tingkat penyerahan level tidak terhingga. Terutama mengenai mimpi.

Saya ingat jelas, ketika ulangtahun yang ke-5. Dirayakan di te-ka, guru saya bertanya setelah meniup lilin ultah,"nanti besar, mau jadi apa?" Spontan saya menjawab, "dokter.". Pemikiran standar anak umur kisaran. Lulus SD, saya berkata sama orangtua saya kalau saya ingin menjadi pianis. Ketika SMA, saya berharap menjadi seorang psikolog dengan sambilan menjadi seorang penulis. Bahkan ketika kuliah, saya masih sempat bermimpi menjadi seorang presenter.

Sekarang?

Saya jadi kuli bagi kehidupan. Merintis kehidupan yang diinginkan orangtua, yang dituntut keluarga ditambah situasi saya sebagai anak pertama. Menyadari bahwa mimpi-mimpi itu indah tetapi tidak cukup menghasilkan uang; hal yang dianggap menaikkan martabat diri ditengah kota metropolitan. Mengibarkan bendera putih sepenuhnya. Mimpi saya hilang, lenyap.

Make a wish? Di usia yang mencetak angka favorit saya, saya hilang arah; ditelan tekanan hidup.

Selamat ulang tahun Semoga suatu hari nanti, kamu bisa kembali bermimpi, diriku sendiri.

But still, sweet things happened when you are having birth-day. Yang agak ngeselin comes from seli; my cutiest sister. But still, that's sweet. Just check her blog : here

gift from bang remon and kakandong che. My only dream that I have : punya rumah pake connecting door sebelahan sama kakandong.

Kamis, 25 Juli 2013

BALI I AM IN HOLIDAY!


Lagi mau cerita panjaaang. I even prepared some pictures for this. Actually, this trip was held about 4 months ago, but it is still worth to share.
Seriously, I am in love with all the ethnic that exsist in Bali. Deeply in love.


 I did forget the story behind this relief. Maybe, about Rama and Shinta? *narsis sebut nama sendiri* Anyone knows?


 Take a look at those statue. Purrrfect. Sekilas, ukurannya terlihat normal. Do you wanna know its real size?

me, mom, sally
 After some trial, my mom’s friend who took this can’t even reach a whole statue in one picture together. Once I saw this statue, it is only one word comes. BIG. But big is beautiful, isn’t it? So it is.

Somehow I wonder, where is this statue lookin’ at? Or who?
Here is still around those location. I think i can jump higher, but none of picture captured it perfectly *PUHA* But this is high enough, I do look like flying, rite?


Awee! The frogs are peeping!
Honestly, they look like frogs who hide behind the wall*laughs* 

I love my sister’s smile in here. Ngga sebanding sama batu-batu tajam yang melatari senyumannya *okesip*
When the sunset comes, we are going to watch Kecak dance. There was full with people! Kecak dance is a story about Rama and Shinta. And Brahmana. And else. I got a paper which have a full story, but I’d lost it already 

She is very pretty, especially her long skirt. Pink! Those kind of ethnic skirt, aweee~
Oiya, baru tahu. Bali isnt only pretty by its beaches but also mountain and all. Dan saya baru tahu kalau Bali ngga cuma punya pantai *blushes*

greenday. LOL
Trust me, it was cold there. Seriously cold. Rain was fall in that time, membuat suhu turun sekian derajat lagi. Wew.
pretty, isn't it?
pura in Bedugul
Bedugul
Aaand, the most famous place at Bali : Tanah Lot! I’ve been here too many times, LOL. So that I took only few captures. And there is no one of my picture, because nobody wants to take it for me T.T so here is my pretty little sister~

And for the last day, me and my family decided to go to Kuta Beach in the early morning, to see sunrise. Or –at least-, jogging bule. But there was no good-looking one passed by. So? We (It is only me and my lil sis, actually) were bored.
moron sista
But still, we were have fun there. I love beach too much, and it makes me feel so much happy. I love Bali, indeed! One day, I will come here again. Soon.


ps : all the pictures here are belong to me. was taken by me. so? nope, I just wanna let you know.. :p

Wisuda 48!

Yesterday was one of my big-and-beautiful day. Officially, I've reached my Bachelor Degree! Welcome me, world! *PUHA*
Since yesterday, my name is Shinta Theresia Manullang, S.Kom. Yippie! *joget sendiri*
Nah, I feel nothing has changed but my age. My one and only thing that changed. Sedikit koplak, memang.
Two (or three?) days ago, saya mencoba mengirimkan sejumlah puisi dan cerpen ke beberapa media cetak yang biasa memberikan kompensasi berupa uang kepada penulisnya. Please, wish me a luck. Saya masih menggenggam mimpi yang terpendam; menulis.
Eventhough, saya masih berharap untuk bekerja kantoran, I really want to look cool with those kind of job. *alasan yang sangat cetek, memang*
but, that's me.
Maaf ya, blog. It is just a short story, again. I'm a busy but jobless person. Ngekngok.

Any comment? Or maybe, you want to give my my graduation gift? I will really appreciate it!

Kamis, 23 Mei 2013

Ketika galau datang lagi

hai! lama tak bersua.
rasanya saya rindu menulis. sangat. dan karena -terimakasih atas datangnya kembali- rasa rindu yang mendesak tersebut, saya kembali melongok kesini. sekedar menulis, sekedar basa-basi. bertemu teman lama, blog.
saya patah arang. kemarin, saya resign dari posisi reporter sebuah televisi swasta yang disiarkan lewat kabel -atau sebut saja tv berbayar LOL- dan hal itu membuat saya semakin bingung harus apa. pusing.
sebelumnya sempat keterima di Gramedia PKG -kalau ngga salah, lupa juga sih singkatannya- sebagai editor, tapi ayah ngga setuju. he said, "editor kan cuma duduk dibelakang meja, ngobrol sama komputer. kalau reporter kan bisa ketemu banyak orang penting!"
then, I tried to make him happy. I took that job, but I failed.
ibarat kata, saya tidak biasa mencari berita, saya biasanya menjadi sumber berita *PUIH* XD
meskipun salary dari posisi reporter jauh lebih besar, tetapi ternyata saya berharap kemarin saya mengambil posisi editor. don't ask me why.
dan sekarang, saya semakin bingung mengenai masa depan. mungkin saya harus kuliah lagi. Magister. dan kemudian bekerja kantoran, just like ordinary people.
Tuhan, saya tidak akan melepaskan passion saya sebagai seorang penulis. entah darimana jiwa seni yang satu ini, yang pasti saya menyukainya. walaupun orang-orang disekeliling tidak begitu ngeh akan tulisan saya.

eniwey! ngga sengaja buka blog lama jamannya sama mantan pas kuliah dulu. and damn, I miss that moment so much. rasanya memang butuh lelaki baru yah? *hihi

penasaran sama blognya? I won't tell you :P that's privacy! saya aja kaget pas ngeliat blog itu sekarang, kinda shocked kalau saya bisa merangkai kalimat romantis. romansa memang bisa membuat manusia menjadi pujangga. yang setuju katakan amen!

Kamis, 22 November 2012

hujan mengendap-endap

saya mau curhat. saya butuh teman curhat.

barusan, hujan mencurangi tindak tanduk yang saya lakukan. padahal semua yang saya lakukan itu untuk dia. pulang kerumah pakai jaket hitam hoodie, pakai maskara non waterproof -agar ada jejak ketika hujan mencuri cium-, dan keluar kosan tepat ketika angin dari awan yang ia tunggangi lewat.

tapi dia ngga datang. dia cuma ngikutin diam-diam dari belakang; tanpa mencoba menghampiri atau menyapa atau bermain bersama. entah, dia tidak punya alasan untuk marah. seharusnya saya yang marah. ketika saya menelan rindu bulat-bulat, dia justru sok jual mahal. menyebalkan.

seharusnya saya yang marah, tetapi saya tidak pernah bisa marah; hujan terlalu memikat untuk dimarahi.

Senin, 22 Oktober 2012

pendewasaan diri dari segi apa?

Saya galau. saya kalut. setelah sekian lama saya lupa untuk berkutat dengan kemelut -well, beberapa waktu berselang saya benar menyadari bahwa kesibukan bisa bikin kita lupa total sama sesuatu yang sering disebut orang sebagai galau- dan pagi ini saya merasa ada hal yang menggigiti pikiran, perasaan, dan ingatan.


Saya akan -kembali- bertambah tua dalam hitungan beberapa hari lagi.



Kalau mau dikaji ulang, sebenernya bertambah tua itu terjadi di setiap milisekan waktu. setiap kali waktu berhitung maju, maka umur kita juga ikut berputar laju. hanya saja, manusia tidak begitu memperhatikan, karena pertambahannya konstan tanpa perbedaan. sementara manusia membutuhkan perubahan fisik; mungkin muncul uban, atau kerutan, atau penambahan angka pada usia.



Setelah perubahan fisik, maka akan merangkak maju ke perubahan yang sedikit lebih tidak terlihat; hal-hal yang disebut seperti pendewasaan diri. setelah menulis satu kalimat tadi, jemari saya membeku.



PENDEWASAAN DIRI.



Dalam hitungan hari, angka di usia saya akan bertambah banyak satu lagi. dan sejauh ini, saya merasa memasuki kepala dua tidak berarti banyak; saya masih menjadi seorang yang manja -tolong, jangan sebut kata ini sebagai singkatan dari mandi jarang. saya rajin mandi!-, masih bergantung sama orangtua -sementara saya ini anak pertama yang seharusnya menjadi tumpuan banyak pihak-, tidak becus mengambil keputusan, kekanakan, dan segudang karakter lain yang seharusnya sudah saya buang namun masih aktif dalam kelakuan.



Satu sisi, ibunda tercinta sudah mulai aktif bertanya hal-hal konyol, such as : 'jadi pacarmu yang mana?' atau, 'nanti setelah lulus mau lamar kemana?' seringkali juga mengeluarkan komentar membingungkan, seperti 'kalau mau pacaran jangan pulang malem-malem ya,' sementara saya cuma bisa bengong, mungkin menurut beliau minum secangkir kopi bersama skripsi dikategorikan sebagai pacaran.



Hal-hal kecil seperti ini muncul di pagi hari setelah hari sebelumnya saya hanya tidur selama tiga jam -skripsi dan kepergian alm. Tulang Daud benar-benar membuat kedua kelopak mata saya sulit terpejam- seakan membuat alarm di otak saya berdering kencang. it feels so much weird. saya seperti merasa dalam hitungan beberapa hari, usia saya bertambah 10 tahun.



Saya masih suka bermain air. saya masih suka manja 'ngga jelas sama Seli, my cutiest sister. saya masih merasa bahwa adik kecil saya Jojo memiliki pemikiran yang jauh lebih dewasa. Saya belum menjadi apa-apa, tetapi usia mendorong secara paksa agar saya segera menjadi apa. disaat saya merasa tidak -dan sepertinya tidak akan pernah- siap.



Jika saya menyimpulkan bahwa keputusan saya untuk single sementara waktu ini -sampai nanti yang disebut entah kapan- adalah keputusan terbaik agar saya mampu meraih kata pendewasaan diri, hal ini bener ngga ya? toh saya -merasa- belum setua itu untuk berpikir masalah jodoh atau apapun itu. saya masih ingin seneng-seneng tanpa status dulu, sebelum serius...