Selasa, 26 Oktober 2010

#23 - nyaris


ah, nyaris mati.
sekedip waktu melintas, nyawaku hampir melayang dibawa tangis
malaikat maut yang awalnya tak ingin bekerja tiba-tiba bernafsu
mengikat parang sebesar tiang di lengan kanan
mengharapkan seorang teman baru
etika berjuta umpatan nyaris menguntai dibawah bibir berlapis madu

bahkan hampir tak lagi mengenali rasa yang terlewat
ada ratap tangis yang bercerita dimana tekanan menjadi hal yang biasa digenggam satu-satu diantara jemari
digantung lamat-lamat dibalik senyuman pasi
ah, ternyata hanya nyaris sekedip lagi
waktu melintas, mungkin namaku tinggal nama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar