Kamis, 28 Oktober 2010

#26 - hilang nyawa


Aku dikebiri, oleh perasaanku sendiri
Ditemani dinding putih reyot yang bahkan tak mampu menopang
Bahkan bayangannya sendiri
Terlalu rapuh
Bahkan tertawa saja mampu menyakiti rahangnya
Berusaha melangkah satu-satu mencari jati diri
Matanya jelalatan, mencari seseorang yang tak kunjung ditemukan
Nyawanya sendiri.
Aku tak hanya dikebiri, bahkan disembelih
Oleh perasaanku sendiri
Yang diperbudak nyata untuk melepas rasa
Nyawanya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar